Niat Baik Jangan Ditunda

sedekah

Sedikit Cerita Untuk Sahabat ku…

Bila berniat baik maka segera laksanakanlah, tidak perlu menunda-nunda niat baik tersebut. Jangan biarkan niat tersebut hilang karena kita menunda untuk segera melakasanakannya. Bisa jadi awalnya sudah baik yaitu niat benar-benar karena Allah tapi karena lama menunda, niatnya jadi berubah. Jangan sampai juga niat baik tidak jadi dilaksanakan karena bencana datang melanda lebih dulu.

Kebaikan yang kita lakukan semata karena Allah maka Allah akan membalasnya berlipat ganda, Percaya pada Allah 100% maka Allah akan membalas 100% Juga. Bila kita menyegerakan kebaikan pada orang lain maka Allah juga akan menyegerakan kebaikan pada diri kita.

Seluruh apa-apa yang kita miliki adalah titipan dari Allah, untuk apa dibanggakan sendiri, mudah bagi Allah untuk mengambilnya kembali. Harta yg kita dapatkan tidak seluruhnya milik kita sendiri ada bagian orang lain yang ikut nebeng dalam harta yang kita dapatkan, maka bersegeralah memberikan sebagian harta tersebut pada mereka yang berHak. Setelah diberikan atau ddikeluarkan harta milik orang lain tersebut maka giliran kita yang memiliki harta mengeluarkan infaq-sedekah sebagai rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang Allah berikan.

fungsi-zakat-dan-sedekah  Bila kita memiliki nadzar dan sudah mampu untuk menunaikannya maka bersegerahlah dilaksankan. Sekali lagi tidak perlu menunda niat baik yang dapat segera kita tunaikan.

Suatu hari saya bernadzar apabila suatu yang saya citakan tercapai saya akan melakukan ini dan itu. Beberapa saat berlalu dan keinginan saya pun tercapai, sebenarnya saya sudah cukup mampu untuk memenuhi nadzar saya tersebut hanya saja saya beralasan “nanti saja cari waktu yang tepat”. Kebetulan saat itu saya juga sedang atau baru menerima gaji bulanan, biasanya saya selalu menyisihkan sedikit gaji tersebut untuk kegiatan Remaja Masjid disekitar rumah, namun lagi-lagi saya juga menunda untuk segera memberikan uang yang memang bukan hak saya tersebut, alhasil mudah bagi Allah untuk menarik atau meminta kembali uang yang Allah pinjamkan. Pagi-pagi saya berangkat ke kantor saya cek sisa bensin yang ada sepertinya cukup untuk sampai dikantor, anehnya masih dapat setengah jalan tiba-tiba motor mati karena bensin habis. Saya dorong motor tersebut sampai menemukan penjual bensin eceran, lumayan sedikit berkeringat pagi2,hehee…

Alhamdulillah bisa Lanjutkan perjalanan, namun ketika mau memasuki kawasan kantor, ban motor tiba-tiba bocor dan harus diganti bannya karena bocornya terlalu banyak. Belum cukup ban belakang yang menjadi korban, Esok harinya giliran ban depan yang harus di Tambal karena entah kenapa sebelum berangkat tiba-tiba bannya kempes, waktu itu saya abaikan dulu Ban motor yang bocor, kemudian saya pinjam motor saudara karena sudah terlalu siang untuk menambal ban tersebut.

Allah lagi-lagi memperingatkan saya, Kali ini Pas didepan kantor ban motor Belakang milik saudara saya kempes dan harus diganti juga Bannya. Setelah ganti Ban saya teringat akan niat berinfaq yg tertunda dan nadzar yg belum terpenuhi. Tapi sudah terlambat Allah keburu memberi peringatan terlebih dahulu. Asstagfirullah sugguh mudah bagi Allah untuk mengambil harta hambanya dengan cara yang tidak disangka-sangka. Kebetulan hari jum’at saya langsung berInfaq lebih besar dari biasanya, berharap bencana itu tidak dating terus-menerus. 2 kali ganti Ban Motor ditambah tambal Ban sekali dalam waktu 2 hari.

Apakah itu sudah selesai? Belum…! Tidak sampai disitu, sore saat pulang kantor setelah ganti ban motor saudara saya itu entah kenapa lampu depan motor yang dari pagi dinyalakan tiba-tiba saklarnya pindah posisi alias mati, oleh karena itu dihentikan polisi dan harus kena tilang. Tadinya sudah berfikir “ masyaAllah jika bocor lagi ini bener-bener keterlaluan” tapi Allah menghendaki cara lain untuk mengambil harta Hambanya, dan itu tidaklah sulit. Mungkin Niat pas berInfaq waktu itu sekedar agar Ban tidak bocor lagi alias salah niat.

Saya bersyukur masih di tegur dan karena hanya Ban motor yang harus diganti, hanya ditilang polisi, jika hal buruk lain yang menimpa saya saat itu hingga tidak dapat lagi berInfaq bahkan menuaikan nadzar, saya benar-benar menjadi orang yang sangat merugi saat itu.

Pelajaran yang berharga sekali untuk saya sendiri bahwa benar bersegeralah menunaikan niat baik agar hal buruk tidak datang terlebih dahulu,

Tunaikanlah apa yang menjadi kewajibanmu sebelum Allah Yang Maha Kuasa memberi peringatan/ “memaksamu”

Mudah bagi Allah untuk mengambil lagi miliknya, semua hanya titipan, jadi jangan terlalu berbangga diri atas apa yang kita miliki.

Tidak perlu berburuk sangka atas ketetapan Allah, apa yang terjadi tentu ada sebabnya, lebih baik evaluasi diri Dan Ketetapan Allah selalu baik bagi HambaNya.

Semoga menjadi bahan renungan dan membuat kita selalu ingat dan dekat kepada Allah. Aamiin…

By:GesangIman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s