Tetap Bersyukur 2

“ada undangan ayah dari saudara, katanya ada syukuran pengajian 4 bulan kehamilan disana”, “baik istriku terkasih kira-kira mau bawa apa kesana?”

Tabungan sebagian sudah diambil untuk keperluan bulan ini tapi masih ada undangan dari saudara yang mau syukuran, rasanya aneh jika tak membawakan sesuatu untuk ikut disuguhkan diacara. kebetulan di hari yang sama ada rencana bertemu dosen pembimbing yang sering sekali memberikan bantuan, padahal anaknya juga baru lahir dan kita belum memberikan hadiah untuk anaknya. begitu pun sudah lebih dua bulan sejak kami pindah ke kontrakan paska melahirkan tidak pernah berkunjung ke saudara dekat. saudara yang dulu menjadi rumah ketika aku masih duduk dibangku kuliah. akhirnya diputuskan sekaligus istri mengantar surat untuk keperluan penelitian skiripsi aku berkunjung ke dosen pembimbing dan dihari yang sama sorenya langsung ke rumah bude dan bulek saudaraku yang menjadi tempat tinggal saat aku kuliah. dilanjutkan hari minggunya menghadiri undangan saudara istri yang akan pengajian syukuran 4 bulan kehamilan.

sabtu pagi bersiap dan berangkat ke tempat saudara, tidak lupa bawa makanan dari rejeki yang kita dapatkan, niatnya sebagai sodakoh atau membagi rejeki ke saudara terdekat, sekaligus silaturohim agar lebih akrab dan silaturohim selalu terjaga. mampir dulu ke mertua dan istirahat setelah itu baru berangkat kekampus untuk menyerahkan surat istri untuk keperluan skripsi sementara aku bertemu dosen pembimbing yang sudah lama tidak silaturakhim karena kesibukan dan karena sudah ada anak jadi susah untuk bertemu. lagi sedikit rejeki untuk belikan hadiah ke anak pa Agus dan kue untuk bingkisan, begitulah etika sebagai anak didik, selain bentuk penghormatan juga sebagai bentuk rasa trimakasi kita kepada seorang guru, meskipun sang guru tak pernah mengharapkan apapun namun sebagi anak didik sudah sepantasnya memberikan sesuatu meski hanya sedikit. dari pembicaraan sebelumnya dimana pa agus menawarkan untuk kembali lagi mengajar, namun aku sendiri masih ragu karena masalah finansial yang aku alami, tapi dengan bijaksananya pak agus memberikan alternatif dengan memberikan bantuan untuk bicara langsung dengan Pak Rektor, alhamdulillah semoga silaturokhim ini membuka jalan akan cita-cita yang aku impikan selama ini. aamiin..

setelah berbincang cukup lama dan sepakat dengan tawaran pa Agus dengan embel-embel tetap sesuai dengan finansialnya maka aku izin pamit karena anak kelihatan sudah tidak terlalu nyaman berada diluar rumah. sampai di rumah kita istirahat dan merencakan segera ke tempat bude. sebelum menuju rumah bude seperti rencana kita bawa sesuatu, aku pergi ke swalayan untuk beli beberapa perlengkapan bumbu memasak. ya beli secekupnya sisa uang yang ada, harapannya meski keadaan finansial yang sempit tidak menjadikan pelit untuk sekedar membawakan buah tangan ke orang tua yang sudah banyak membatu. Setelah belanja aku duluan ke rumah bude namun ternyata bude sedang tidak dirumah, akhirnya bingkisan yang dibeli aku tinggal saja dan kembali lagi kerumah mertua. setelah berdiskusi lama akhirnya setelah bada asar kita pergi kerumah bulek yang juga deket dengan mertua hanya tinggal jalan kaki 10 menit saja. kita bawa bingkisan yang sebelumnya dibeli bareng bingkisan yang dibeli untuk pa agus. sampai dirumah bulek disambut dengan hangat, banyak berbincang karena sudah lebih 2 bulan tidak ketemu dan anakpun di timang-timang sama bulek, senengnya punya saudara yang baik hati dan mau menyambut kami dengan ramah. sedikit bingkisan itu kami serahkan dan kami merasa sangat bahagia bisa membawakan sesuatu untuk saudara, tidak dengan tangan kosong datang ketempat saudara, meskipun mereka semua tidak mengharapkan apapun, meski mereka jauh lebih berada dan mudah saja untuk membeli bingkisan semacam itu tapi dengan senag hati mereka menerima sebagai tanda mata buah tangan dari saudara yang datang dari jau dan harus di apresiasi. disitulah senangnya bersilaturakhim, sambutan hangat, senyum dan canda tawa yang menghangtakan jiwa mengeratkan kembali silaturokhim.

Tak lama kemudian bude telepon dan mengatakan terimakasi atas bingkisannya, dan bilang untuk segera kerumah. agar jangan pulang dulu dan mampir kerumah bude, dengan senang hati kami mengiyakan karena memang rencana akan menginap di sana.

ah alhamdulillah, alhamdulillah alhamdulillah “nikmat mana lagi yang engkau dustakan”

Terimakasih telah Engkau hadirkan orang-orang baik untuk hidup kami.

Desember 2015.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s