Dewi Embunku

Sudah Minggu ke-39, hati tambah deg-degan. Menurut perkiraan USG lahirnya akan di akhir bulan september ini, tp menurut itung-itungan sendiri kurang lebih di tanggal 10-an.

Sejak hari selasa tanggal 8-september istri sudah mules-mules tapi sering datang dan hilang sampai keluar flek darah yang merupakan tanda akan segera melahirkan, pagi- pagi kita langsung pergi ke bidan tempat biasa kita periksa dan rencana memang mau melahirkan disana, ternyata belum ada pembukaan sama sekali.

Dengan sedikit kecewa kita pulang kerumah dan hanya bisa berdoa, sementara istri makin sering mengeluh mules dan kontraksi yg semakin sering datang. hari rabu keluar fleg lagi tapi kita tidak pergi ke bidan lagi, memilih menggu di rumah sampai istri benar-benar kerasa mules yg sebenarnya.

Pengalaman pertama mau melahirkan jadi belum begitu paham bagiamana rasanya kontraksi yang bener, sampai habu masih kerasa mulesnya dan makin sering, hari kamis malem sudah mulai ke puncaknya sampai-sampai tidak bisa tidur karena istri sudah tidak kuat lagi, harus selalu di elus-elus punggungnya karena terasa panas dan linu-linu, buang air yang sudah sangat sering sekali, akhirnya jumat pagi berniat untuk pergi kebidan, karena masih kelihatan masih seger diputuskan setelah jumatan baru berangkat ke bidan, dikantor saya sudah tidak bisa konsentrasi, mencai tahu ciri-ciri akan melahirkan dan trus berdoa supaya istri diberi kekuatan dan selalu mengontrol lewat sms keadaan istri, informasi yang saya temui di internet menambah yakin jika istri sedang persiapan akan melahirkan, akhirnya setelah jumatan kita berangkat kebidan dan disana di cek ternyata istri sudah pembukaan 3, lega rasanya mendengan berita itu, kita diminta untuk menunggu saja di ruang perawatan sampai melahirkan karena khawatir akan mengalami pembukaan yang cepat, diperkirakan malam akan sudah melahirkan. Kita sangat antusias dan bersemangat menunggu detik-detik itu. sudah 4 jam sejak jumatan, setelah solat asar istri diperiksa lagi dan, baru nambah setengah, ah ternyata lama sekali pembukaannya.

Bude datang diantar oleh sepupu, tanya keadaan istri, terlihat buru-buru karena sebelumnya ditelpon orang tua untuk segera datang ke bidan, tahunya istri sudah akan melahirkan segera. menunggu cukup lama sambil berbincang dan memberikan saran ini itu, perhiasan istri copot semua, kalau belum kerasa seperti mau pup jangan bilang ke bidan dulu, nanti kalau melahirkan, sugeng pegangin dan elus punggung dan kepalanya ditiup, banyak berdoa, bude pamit dulu.

bada magrib mertua datang dan siap menunggu cucunya lahir, masih tidak sabar menunggu karena makin lama istri makin pucat menahan rasa sakit, setelah isyak dicek lagi dan baru pembukaan ke 5. bidan bilang setiap jam akan kebuka 1 bukaan mas. wah perkiraan anakku lahir tengah malam nih, bismillah..

tengah malam istri dicek lagi, karena udah mulai gelisah tak karuan, tidak bisa tidur dan mules makin berat, tapi bidan bilang ini baru bukaan 7 masih lama, tunggu aja, sabar ya…

kami terus menunggu dengan gelisah istri makin tidak bisa bergerak, mulesnya makin menjadi, sakitnya menjalar kemana-mana, dinginnya malam membuat istri jadi tambah sakit, jadi mutah berkali-kali

jam 3 bel peringatan dipencel lagi, istri sudah lemas menahan rasa sakit, perawat datang memeriksa, “sabar ya teh, sebentar lg”, perawat mulai menyiapkan alat, menyiapakan kain untuk alas diatas kasur, meminta popok dan baju bayi yang kami bawa, hati semakin deg-degkan.

jam 4 pagi, bidan senior masuk, memberi perintah untuk mulai persalinan, kondisi istri sudah sangat lemah, hampir pingsan karena beberapa hari merasakan sakit dan puncaknya malam ini tanpa tidur sedikitpun, badan lemas karena terus muntah.  aku terus berdoa, bismilllah ya alloh, beri istri hamba kekuatan, allohuakbar, lakhaulawalakuwataillabillah…

aku tiup kepala istri, hayu terus ngeden, tarik napas, ngeden, aba2 berulangkali tapi janin masih belum begerak, asisten bidan naik keatas perut istri dan beri aba2 “nafas dalam, ngeden- ngeden terus, terus, terus..”, sambil dia mendorong janin dari perut atas istriku, aku yang disamping istriku ngelihatnya jadi ngilu, bayi sekecil itu didorong sangat keras sekali supaya bisa keluar. beberapa kali dicoba akhirnya mulai sedikit keluar kepalanya, tapi karena istri sudah tidak punya tenaga lagi akhirnya bidan senior ambil guntik dan kreeekk.. !!, rasanya aku mau pingsan mendengar bunyi itu untuk melebarkan jalan keluar janin. anak kami berhasil ditarik tapi tidak ada tangis yang keluar, bayi tergeletak telungkup kesebelah kiri, bidan berteriak “kelilit- kelilit, cepet gunting- guntin” bidan mulai memotong usus yang melilit leher bayi kami, dengan segera dilepaskannya usus yang melilit sampai 2 kali tersebut, saat yang sama kami berdua histeris menangis ” dedek- dedek, dedek- dedek”. selesai dilepaskan ususnya, bayi kami disentil kakinya berkali2, ditepuk tepuk pundaknya hingga akhirnya terdengar suara tangisan dan batuk2 bayi kami, alhamdulillah ya Alloh, sujud syukur aku lakukan seketika, anak pertama kami, DEWI EMBUN kami telah lahir dengan sehat, sempurna, cantik sekali..

TIMER DAN COUNTER MIKROKONTROLER

Pengenalan Timer & Counter

Timer & Counter merupakan fitur yang telah tertanam di mikrokontroler AVR yang memiliki fungsi terhadap waktu. Fungsi pewaktu yang dimaksud disini adalah penentuan kapan program tersebut dijalankan, tidak hanya itu saja fungsi timer yang lainnya adalah PWM, ADC, dan Oscillator. Prinsip kerja timer dengan cara membagi frekuensi (prescaler) pada clock yang terdapat pada mikrokontroler sehingga timer dapat berjalan sesuai dengan frekuensi yang di kehendaki.

Timer merupakan fungsi waktu yang sumber clocknya berasal dari clock internal. Sedangkan counter merupakan fungsi perhitungan yang sumber clocknya berasal dari external mikrokontroler. Salah satu contoh penggunaan fungsi timer yaitu pada jam digital yang sumber clocknya bisa menggunakan crystal oscillator dan contoh penggunaan counter pada penghitung barang pada konveyor yang sumber clocknya berasal dari sensor yang mendeteksi barang tersebut.

Pada mikrokontroler ATMEGA 16 memiliki 3 buah timer yaitu timer 0 (8bit), timer1 (16bit), dan timer 2 (8bit). Untuk mengenai register lengkapnya bisa dibaca pada datasheet. Namun yang akan dibahas pada tulisan kali ini hanya timer 0(8bit) dan timer1 (16 bit) saja.

Register yang Digunakan untuk Timer & Counter

  • TCNT0 = Register Timer 1
  • TCNT 1 = Register Timer 0
  • Ttimer0 = Periode Timer 0
  • Ttimer 1 =Periode Timer 1
  • Tosc = Periode Clock
  • Fosc = Frekuensi Crystall Clock
  • N = Prescaler (1, 8, 64, 256, 1024)

Prescaler

Pada dasarnya Timer hanya menghitung pulsa clock. Frekuensi pulsa clock yang dihitung tersebut bisa sama dengan frekuensi crystal yang digunakan atau dapat diperlambat menggunakan prescaler dengan faktor 8, 64, 256 atau 1024.

Contoh penggunaan prescaler :

Suatu mikrokontroler menggunakan crystal dengan frekuensi 8 MHz dan timer yang digunakan adalah Timer 1 (16 Bit) maka maksimum waktu Timer yang bisa dihasilkan adalah :

TMAX = 1/fCLK x (FFFFh + 1)
= 0.125 µs x 65536
= 0.008192 s

Untuk menghasilkan waktu Timer yang lebih lama dapat menggunakan prescaler 1024, maka waktu Timer yang bisa dihasilkan adalah :

TMAX = 1/fCLK x (FFFFh+1) x N
= 0.125 µs x 655536 x 1024
= 8.388608 s

Tujuan Penggunaan Timer & Counter

  1. Melaksanaan tugas secara ber-ulang
  2. Mengendalikan kecepatan motor DC (PWM)
  3. Melakukan perhitungan (Counter)
  4. Membuat penundaan waktu (delay)

TIMER 0 (8 Bit)

Blok Diagram Timer 0

Untuk perhitungan timer 0 dapat menggunakan rumus :

Ttimer0 = Tosc*(256-TCNT0)*N     → (8 Bit = 256 ≈ 2^8)

Sebenarnya Timer 0 tidak dapat menghasilkan periode selama 1 detik karena keterbatasan jumlah bit nya (8 bit = 256). Namun dengan penggunaan rumus dapat dilakukan pemanipulasian agar timer 0 dapat menghasilkan periode waktu selama 1 detik. Dengan cara membuat timer selama 0.01 detik lalu dilakukan perulangan sebanyak 100 kali sehingga akan menghasilkan waktu 1 detik (0.01 detik x 100 kali = 1 detik).

Contoh penggunaan untuk timer 0  dengan crystal 12 MHz dan menggunakan skala clock 1024 maka akan menghasilkan :

Tosc = 1/Fosc = 1/12 = 0,083
0.01 = 0.083*(256-TCNT0)*1024
TCNT = 128= 8A (Hexadesimal)

Berdasarkan perhitungan tersebut di dapatkan 8A, maka nilai tersebut harus di inputkan ke register TCNT0 agar timer 0 bernilai 1 detik. Berikut ini contoh penggunaan nya pada Codevision AVR :

TIMER 1 (16 Bit)

Blok Diagram TImer 1

Untuk perhitungan timer 1 dapat menggunakan rumus :

Ttimer 1 = Tosc*(65536-TCNT1)*N     →(16 Bit = 65536 ≈ 2^16)

Contoh penggunaan untuk timer 1 detik (Timer1 = 1 detik) dengan crystal 12 MHz dan menggunakan skala clock 1024 maka akan menghasilkan :

Tosc = 1/Fosc = 1/12 = 0,083
1 = 0.083*(65536-TCNT1)*1024
TCNT = 53818 = D23A (Hexadesimal)

Berdasarkan perhitungan tersebut di dapatkan D23A, maka nilai tersebut harus di inputkan ke register TCNT1 agar timer 1 bernilai 1 detik. Berikut ini contoh penggunaan nya pada Codevision AVR :

Counter 0 & 1

Untuk penggunaan fungsi counter pada mikrokontroler lebih mudah jika dibandingkan dengan fungsi timer, karena tidak memerlukan perhitungan untuk penginputan nilai ke register TCNT. Register TCNT akan secara otomatis akan mencacah jika ada input yang masuk, input yang masuk contohnya dapat berupa push button.

Pada Counter 0, input berasal dari T0 atau PORT B 0 yang mampu mencacah input hingga 256 (8 Bit). Berikut ini konfigurasi Counter 0 pada Codevision AVR :

Pada Counter 1, input berasal dari T1 atau PORT B 1 yang mampu mencacah hingga 65536 (16 Bit).

Untuk konfigurasi counter 0 & 1 pada Codevision AVR sama seperti konfigurasi Timer 0 dan 1.

 

http://www.geyosoft.com/2013/timer-dan-counter-mikrokontroler

 

ATHEIS Bertanya

Ada seorang Atheis yg memasuki sebuah masjid, dia mengajukan 3 pertanyaan yg hanya boleh dijawab dengan akal. Artinya tidak boleh dijawab dengan dalil, karena dalil itu hanya dipercaya oleh pengikutnya, jika menggunakan dalil (naqli) maka justru diskusi ini tidak akan menghasilkan apa-apa…
Pertanyaan atheis itu adalah:
1. Siapa yg menciptakan Allah?? Bukankah semua yg ada di dunia ada karena ada penciptanya?? Bagaimana mungkin Allah ada jika tidak ada penciptanya??
2. Bagaimana caranya manusia bisa makan dan minum tanpa buang air?? Bukankah itu janji Allah di Syurga?? Jangan pakai dalil, tapi pakai akal….
3. Ini pertanyaan ketiga, kalau iblis itu terbuat dari Api, lalu bagaimana bisa Allah menyiksanya di dalam neraka?? Bukankah neraka juga dari api??
Tidak ada satupun jamaah yg bisa menjawab, kecuali seorang pemuda.
Pemuda itu menjawab satu per satu pertanyaan sang atheis :
1. Apakah engkau tahu, dari angka berapakah angka 1 itu berasal?? Sebagaimana angka 2 adalah 1+1 atau 4 adalah 2+2?? Atheis itu diam membisu..
“Jika kamu tahu bahwa 1 itu adalah bilangan tunggal. Dia bisa mencipta angka lain, tapi dia tidak tercipta dari angka apapun, lalu apa kesulitanmu memahami bahwa Allah itu Zat Maha Tunggal yg Maha mencipta tapi tidak bisa diciptakan??”
2. Saya ingin bertanya kepadamu, apakah kita ketika dalam perut ibu kita semua makan? Apakah kita juga minum? Kalau memang kita makan dan minum, lalu bagaimana kita buang air ketika dalam perut ibu kita dulu?? Jika anda dulu percaya bahwa kita dulu makan dan minum di perut ibu kita dan kita tidak buang air didalamnya, lalu apa kesulitanmu mempercayai bahwa di Syurga kita akan makan dan minum juga tanpa buang air??
3. Pemuda itu menampar sang atheis dengan keras. Sampai sang atheis marah dan kesakitan. Sambil memegang pipinya, sang atheis-pun marah-marah kepada pemuda itu, tapi pemuda itu menjawab : “Tanganku ini terlapisi kulit, tanganku ini dari tanah..dan pipi anda juga terbuat dari kulit dari tanah juga..lalu jika keduanya dari kulit dan tanah, bagaimana anda bisa kesakitan ketika saya tampar?? Bukankah keduanya juga tercipta dari bahan yg sama, sebagaimana Syetan dan Api neraka??
Sang athies itu ketiga kalinya terdiam…
Sahabat, pemuda tadi memberikan pelajaran kepada kita bahwa tidak semua pertanyaan yg terkesan mencela/merendahkan agama kita harus kita hadapi dengan kekerasan. Dia menjawab pertanyaan sang atheis dengan cerdas dan bernas, sehingga sang atheis tidak mampu berkata-kata lagi atas pertanyaannya..
Itulah pemuda yg Islami, pemuda yg berbudi tinggi, berpengtahuan luas, berfikiran bebas…tapi tidak liberal… tetap terbingkai manis dalam indahnya Aqidah…
Ada yg berkata bahwa pemuda itu adalah Imam Abu Hanifah muda. Rahimahullahu Ta’ala…

Tetap Bersyukur 2

“ada undangan ayah dari saudara, katanya ada syukuran pengajian 4 bulan kehamilan disana”, “baik istriku terkasih kira-kira mau bawa apa kesana?”

Tabungan sebagian sudah diambil untuk keperluan bulan ini tapi masih ada undangan dari saudara yang mau syukuran, rasanya aneh jika tak membawakan sesuatu untuk ikut disuguhkan diacara. kebetulan di hari yang sama ada rencana bertemu dosen pembimbing yang sering sekali memberikan bantuan, padahal anaknya juga baru lahir dan kita belum memberikan hadiah untuk anaknya. begitu pun sudah lebih dua bulan sejak kami pindah ke kontrakan paska melahirkan tidak pernah berkunjung ke saudara dekat. saudara yang dulu menjadi rumah ketika aku masih duduk dibangku kuliah. akhirnya diputuskan sekaligus istri mengantar surat untuk keperluan penelitian skiripsi aku berkunjung ke dosen pembimbing dan dihari yang sama sorenya langsung ke rumah bude dan bulek saudaraku yang menjadi tempat tinggal saat aku kuliah. dilanjutkan hari minggunya menghadiri undangan saudara istri yang akan pengajian syukuran 4 bulan kehamilan.

sabtu pagi bersiap dan berangkat ke tempat saudara, tidak lupa bawa makanan dari rejeki yang kita dapatkan, niatnya sebagai sodakoh atau membagi rejeki ke saudara terdekat, sekaligus silaturohim agar lebih akrab dan silaturohim selalu terjaga. mampir dulu ke mertua dan istirahat setelah itu baru berangkat kekampus untuk menyerahkan surat istri untuk keperluan skripsi sementara aku bertemu dosen pembimbing yang sudah lama tidak silaturakhim karena kesibukan dan karena sudah ada anak jadi susah untuk bertemu. lagi sedikit rejeki untuk belikan hadiah ke anak pa Agus dan kue untuk bingkisan, begitulah etika sebagai anak didik, selain bentuk penghormatan juga sebagai bentuk rasa trimakasi kita kepada seorang guru, meskipun sang guru tak pernah mengharapkan apapun namun sebagi anak didik sudah sepantasnya memberikan sesuatu meski hanya sedikit. dari pembicaraan sebelumnya dimana pa agus menawarkan untuk kembali lagi mengajar, namun aku sendiri masih ragu karena masalah finansial yang aku alami, tapi dengan bijaksananya pak agus memberikan alternatif dengan memberikan bantuan untuk bicara langsung dengan Pak Rektor, alhamdulillah semoga silaturokhim ini membuka jalan akan cita-cita yang aku impikan selama ini. aamiin..

setelah berbincang cukup lama dan sepakat dengan tawaran pa Agus dengan embel-embel tetap sesuai dengan finansialnya maka aku izin pamit karena anak kelihatan sudah tidak terlalu nyaman berada diluar rumah. sampai di rumah kita istirahat dan merencakan segera ke tempat bude. sebelum menuju rumah bude seperti rencana kita bawa sesuatu, aku pergi ke swalayan untuk beli beberapa perlengkapan bumbu memasak. ya beli secekupnya sisa uang yang ada, harapannya meski keadaan finansial yang sempit tidak menjadikan pelit untuk sekedar membawakan buah tangan ke orang tua yang sudah banyak membatu. Setelah belanja aku duluan ke rumah bude namun ternyata bude sedang tidak dirumah, akhirnya bingkisan yang dibeli aku tinggal saja dan kembali lagi kerumah mertua. setelah berdiskusi lama akhirnya setelah bada asar kita pergi kerumah bulek yang juga deket dengan mertua hanya tinggal jalan kaki 10 menit saja. kita bawa bingkisan yang sebelumnya dibeli bareng bingkisan yang dibeli untuk pa agus. sampai dirumah bulek disambut dengan hangat, banyak berbincang karena sudah lebih 2 bulan tidak ketemu dan anakpun di timang-timang sama bulek, senengnya punya saudara yang baik hati dan mau menyambut kami dengan ramah. sedikit bingkisan itu kami serahkan dan kami merasa sangat bahagia bisa membawakan sesuatu untuk saudara, tidak dengan tangan kosong datang ketempat saudara, meskipun mereka semua tidak mengharapkan apapun, meski mereka jauh lebih berada dan mudah saja untuk membeli bingkisan semacam itu tapi dengan senag hati mereka menerima sebagai tanda mata buah tangan dari saudara yang datang dari jau dan harus di apresiasi. disitulah senangnya bersilaturakhim, sambutan hangat, senyum dan canda tawa yang menghangtakan jiwa mengeratkan kembali silaturokhim.

Tak lama kemudian bude telepon dan mengatakan terimakasi atas bingkisannya, dan bilang untuk segera kerumah. agar jangan pulang dulu dan mampir kerumah bude, dengan senang hati kami mengiyakan karena memang rencana akan menginap di sana.

ah alhamdulillah, alhamdulillah alhamdulillah “nikmat mana lagi yang engkau dustakan”

Terimakasih telah Engkau hadirkan orang-orang baik untuk hidup kami.

Desember 2015.

 

Tetap Bersyukur 1

akhir bulan november masih terasa panjang, keuangan sudah benar tipis hampir habis, sudah ketarik lagi yang harusnya ditabung malah ikut ke pakai lagi untuk bulan ini. keperluan yang tidak terduga tiba-tiba muncul. belum ini dan itu, mau silaturokhim ke saudara malu kalau tidak bawa apa-apa.

jumat pagi seperti biasa menjalani rutinitas seorang ayah yang baru memiliki anak kecil aku mulai dengan mencuci baju setalah sebelumnya direndam dengan diterjen oleh istri. setelah selesai mencuci tidak langsung di jemur tapi gantian tugas istri yang menjemur, aku langsung mengerjakan kerjaan lain, memasak untuk dimakan bersama, bukan karena istri tidak bisa masak tapi karena kita sering membagi-bagi tugas agar bisa saling bekerjasama dan saling berbagi kesibukan sambil mengurus anak. hidup mandiri setelah menikah menjadi pilihan kami untuk menjadi keluarga yang mandiri tanpa campur tangan orang tua lagi. dengan kemampuan seadanya kita berusaha bekerjasama saling membantu dan menolong dalam setiap aktivitas termasuk mengurus anak kami secara mandiri sejak usianya baru berusia 21 hari.

aku mulai dengan memasak nasi di majicom, aku lihat sisa beras yang hanya tinggal 2gelas takaran, itupun tidak penuh, aku habiskan dan masak semua. rasanya belum seminggu lalu aku beli beras 3kg untuk jaga-jaga kebutuhan sampai dapat gajian lagi, ternyata tidak cukup untuk 10hari, mungkin karena porsi makan kami yang bertambah karena aktivitas yang juga semakin padat sehingga banyak mengeluarkan energi dan harus banyak asupan energi baru. selesai memasak nasi aku pergi ke warung untuk membeli sayuran dan lauk. tidak setiap hari aku pergi ke warung sendiri, biasanya juga jika istri tidak sibuk mengurus pekerjaan yang lain istrilah yang berangkat membeli lauk dan sayuran. untuk menu masakan biasanya kita sudah lebih dulu berkoordinasi di malam harinya, “besok masaka apa ayah?”, besok masak apa bunda?” kami saling bertanya jika sore hari menjelang atau ketika makan malam bersama. saat makan malam biasanya pertanyaan itu tiba-tiba muncul disela-sela kelahapan kita makan malam dan disela-sela perbincangan kami membicarakan hal yang lain.

cukup membawa uang 16.000rb untuk belanja, aku rasa sudah cukup mendapatkan lauk dan sayuran, biasanya paling belanja paling banyak 25.000 jika masak daging ayam, dan paling murah dibawah 10000 jika cuma masak tempe dan sayur sop. beli kentang, tahu dan bumbu balado cuma habis 11.000, sesuai perkiraan. sampai dirumah aku mulai memasak, menyiapkan ini dan itu sementara istri sibuk dengan pekerjaan lain, dia mulai menyapu lantai dan mengepelnya, tidak setiap hari lantainya di pel tapi cukup 2hari sekali, meskipun ruangan kosan kami tidak terlalu lebar aku melarang istri mengepel lantai setiap hari, aku merasa kasian jika istri banyak melakukan kegiatan beres-beres rumah, takut terlalu capek dan sakit, tidak bisa mengurus anak kami dengan baik.

menjadi karyawan pabrik dengan gaji UMR kota dan hidup mengontrak dengan anak dan istri sementara istri juga masih kuliah di tingkat akhir, kalau di itung-itung mungkin gaji buruh tidak akan cukup, tidak akan cukup menutupi semua keperluan belanja keluarga, harus pandai mengatur dan menahan keinginan. tidak memulu memuaskan diri dengan membeli ini dan itu, harus menunggu beberapa bulan sampai uang terkumpul dalam tabungan untuk bisa membeli sesuatu. kadang merelakan tabungan untuk diambil demi diberikan keperluan orang tua maupun adik-adik saat datang kerkontrakan ataupun saat silaturohim ke rumah saudara. begitulah resiko hidup mandiri, hidup baru dalam rumahtangga yang baru seumur jagung, pilihan hidup yang sulit yang aku pilih.

disaat seperti ini aku terkadang merasa iri kepada orang-orang disekitar yang memiliki kehidupan yang mungkin terlihat lebih mudah, tapi disisi lain aku merasa malu pada mereka-mereka yang memiliki hidup dalam kesulitan, bagimana saudara-saudara kita yang tidak memiliki rumah, tidak memiliki uang untuk mengontrak tempat tinggal, mereka yang kesulitan mencari air bersih, mereka yang kesulitan mencari pendidikan, sulit menemukan ketenangan karena sering terkana bencana alam, maupun dalam situasi perselisihan. malu pada mereka yang hidup dalam keterbatasan tapi mampu berjuang menjalani hidup dengan penuh kesungguhan dan tanpa berputus asa, mereka tetap yakin akan kehadiran Alloh sang pencipta yang memberikan ujian yang tidak akan melebihi kemampuan hamba NYa.

Alhamdulillah hari ini masih diberi kesempatan untuk beribadah, untuk berdoa dan memohon kebaikan, masih diberi nikmat iman dan islam untuk bersyukur, masih diperkenankan untuk berupaya memperbaiki diri, mencari dan memahami arti kehidupan didunia ini, masih dibekali semangat dan tubuh yang sehat untuk berbuat sesuatu. inilah hidupku, pilihan hidup dan ketetapan yang harus aku jalani dengan sabar dan syukur, dan aku selalu percaya bahwa Alloh adalah sebaik-baiknya yang merencanakan segala sesuatu.